Andaikan saja dosen yang mengajar tidak sok jayus, mungkin mata kuliah ini akan lebih asik. Sayangnya, tidak.
Tema pelajaran yang dibahas pagi ini adalah : Manusia, kesetaraan dan keberagaman. Masih teringat jelas, dia mengucapkan kata2 ini saat pelajaran akan dimulai, "kalo ngebahas tentang ini, gak boleh ada yang sakit ati yaa.." Oke, gua udah biasa hidup dalam keseragaman, keperbedaan, atau apalah. Gua pikir biasa bahas kyk gini. Oia, gua duduk di pinggir, sebelah gua ada grace n inka, selang satu bangku sblh gua ada friska n laras. Pembahasan awal adalah perbedaan antara cina dan jawa.
Semuanya berjalan normal, sampe akhirnya tuh dosen ngomong gini. "yaaa, untuk mbak2 yang di belakang sana" (ini menunjuk ke gua, grace, dan inka, saat ini feeling mulai gak enak), "hmm, mbak2 ini, kenapa kalo duduk harus sama yang 'cina2' semua yaa..? kenapa gak membaur"
Mulai aja nih dosen ngejudge gua seenaknya gitu, gak terima dengan kata2 itu lsg aja gua protes, "bukan gitu bu, saya bergaul kesiapa aja ok. tapi kalo klopnya sama yang ini gimana? saya membuka diri untuk berteman dengan siapa saja. tapi kalo saya pewenya sama yang ini? saya juga diluaran temenan gak cuma sama yang cina aja. saya SMA menjadi murid satu2nya cina di sekolah saya."
Dosen itu gak mau kalah sob, she said ,"ok memang kamu membuka diri dengan yang lain, tapi kenyataannya, kamu bergaul dengan yang cina2 aja."
Gua protes lagi, "Mungkin karena ibu cuma melihat saya di kelas ini, kalo ibu tau saya diluaran mungkin cara pandang ibu akan berbeda."
See that guys!! how shit that teacher!!!
cuma mandang gua dari satu sisi aja. ngejudge gua seenaknya. d bilang gua gak mau bergaul dengan teman2 pribumi. TOLOL!!!
"guru yang tak tahan kritik, boleh masuk keranjang sampah!!!"sebaiknya tuh dosen harus melihat muridnya jangan dari dalam kelas itu aja dong bu. kau tuh macam liat buku dari covernya aja..
huuuuh.. bener2 dahsyat kuliah hari ini
dan gue, masih gak terima di bilang gak mau begaul!!
Posted by



0 comments:
Post a Comment